Just Enjoyed Life Awesome!

Rabu, 20 April 2016

R.A Kartini - Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

R.A Kartini
Buku diterbitkan: Djakarta 1963
Biografi R.A Kartini. Tokoh wanita satu ini sangat terkenal di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai R.A Kartini, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita kala ia hidup. Mengenai Biografi dan Profil R.A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia. Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan.

Ibu kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.

Ibu R.A Kartini yaitu M.A. Ngasirah sendiri bukan keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa saja, oleh karena itu peraturan kolonial Belanda ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga, hingga akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.
R.A Kartini Bersama Saudara-Saudaranya
R.A Kartini sendiri memiliki saudara berjumlah 11 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Beliau sendiri merupakan anak kelima, namun ia merupakan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, R.A Kartini juga berhak memperoleh pendidikan.

Ayahnya kemudian menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Disinilah Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk 'dipingit'.

Pemikiran-Pemikiran R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita
Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda. Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca.

Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.
 ...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu - (R.A Kartini)."
Ketertarikannya dalam membaca kemudian membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan, R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita melihat perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi.

Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Surat-surat yang kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi dimana ia melihat contoh kebudayaan jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan pribumi ketika itu. Ia juga mengungkapkan dalam tulisannya bahwa ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju.

Kartini menuliskan penderitaan perempuan di jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntuk ilmu atau belajar, serta adanya adat yang mengekang kebebasan perempuan.

Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme.

Kartini juga menyinggung tentang agama, misalnya ia mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami, dan mengapa mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.

Teman wanita Belanda nya Rosa Abendanon dan Estelle "Stella" Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A Kartini. Sejarah mengatakan bahwa Kartini diizinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang guru sesuai dengan cita-cita namun ia dilarang untuk melanjutkan studinya untuk belajar di Batavia ataupun ke Negeri Belanda.

Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melanjutanya cita-citanya baik belajar menjadi guru di Batavia atau pun kuliah di negeri Belanda meskipun ketika itu ia menerima beasiswa untuk belajar kesana sebab pada tahun 1903 pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri.

Meskipun begitu, suami R.A Kartini memahami apa yang menjadi keinginan R.A KArtini sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama yang kemudian berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka.

Pernikahan R.A Kartini Hingga Wafatnya
Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, R.A Kartini kemudian melahirkan anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904, Namun miris, beberapa hari kemudian setelah melahirkan anaknya yang pertama, R.A Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang masih sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Berkat perjuangannya kemudian pada tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Sekolah tersebut kemudian diberi nama "Sekolah Kartini" untuk menghormati jasa-jasanya. Yayasan Kartini ini keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis di era kolonial Belanda.

Terbitnya Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'

Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'
Sepeninggal R.A Kartini, kemudian seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.

Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul 'Door Duisternis tot Licht' yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini.

Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini kemudian banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda sebab yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.

Pemikirannya banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman yang kemudian menbuat lagu yang berjudul "Ibu Kita Kartini".

Presiden Soekarno sendiri kala itu mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini, yakni pada tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang ini. 

Munculnya Perdebatan Surat-Surat Yang Ditulis Oleh Kartini.
Banyak perdebatan serta kontrovesi mengenai surat-surat yang ditulis oleh Kartini,  sebab hingga saat ini sebagian besar naskah asli surat Kartini tak diketahui keberadaannya. jejak keturunan J.H. Abendanon pun sulit untuk dilacak oleh Pemerintah Belanda. Banyak kalangan yang meragukan kebenaran dari surat-surat Kartini.

Ada yang menduga bahwa J.H. Abendanon, melakukan rekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini didasarkan pada buku Kartini yang terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda ketika itu, dimana J.H Abendanon sendiri termasuk yang memiliki kepentingan dan mendukung pelaksanaan politik etis dan kala itu ia juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda ketika itu.

Selain itu penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga banyak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya bersama dengan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih, sebab masih ada pahlawan wanita lain yang tidak kalah hebat perjuangannya dengan Kartini seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain. Menurut sebagian kalangan, wilayah perjuangan Kartini itu hanya di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah kolonial.

Buku-Buku R.A Kartini
  • Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904.
  • Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer)
  • Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
  • Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.
Sekian informasi mengenai biografi singkat R.A Kartini, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

IDM 6.25 Build 15 Final Full Version

IDM Terbaru  Versi 6.25 Build 15 Final Full Version adalah IDM terbaru yang rilis pada tanggal 15 April 2016 ini dan dapat anda download dengan gratis. Seperti kita tahu bahwa IDM ini merupakan software terbaik yang dapat kita gunakan untuk mempercepat proses download file di internet. File yang dapat di download menggunakan IDM terbaru ini adalah berbagai macam jenis file mulai dari audio, video, dan juga file software atau games. Anda yang senang mendownload video dari youtube juga kini dapat dengan mudah mendownload video kesayangan anda dari youtube menggunakan software IDM ini.
Nah setelah kemarin kami membagikan IDM 6.25 Final Full Patch, maka kini saatnya anda download IDM 6.25 Build 15 Final Full Patch ini sekarang juga. Untuk mengaktifkan IDM ini anda dapat menggunakan patch IDM Terbaru yang sudah kami sertakan di dalamnya. Untuk cara penggunaan patch silahkan anda lihat caranya berikut ini.
What’s new in version 6.25 Build 15 Final
(Released: 15 April 2016)
  • Improved Google Chrome integration module
  • Fixed bugs
  • Added support for Firefox 46
  • Fixed bugs
  • Added support for Firefox 45
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with video recognition for several types of web sites
  • Added support for Firefox 44
  • Fixed bugs
  • Added support for new types of videos for several web streaming services
  • Made a workaround and fixed compatibility problems of previous IDM version (6.25.5) with Kaspersky Internet security on Windows 10
  • Improved video recognition in Google Chrome on Windows XP
  • Added support for new types of videos for several web streaming services
  • Fixed bugs
  • Added support for Firefox 43 and SeaMonkey 2.39, 2.40, 2.41
  • Lowered CPU consumption
  • Added support for new types of video streaming sites
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with video downloading for several types of web sites
  • Fixed bugs
  • Improved IDM download engine
  • Added support for SeaMonkey 2.38
  • Fixed bugs
  • Fixed the problem with repeating quality lines in video download panel
  • Fixed the problem with erroneous video interceptions from web players
  • Fixed the problem with keyboard focus in Google Chrome
  • Fixed bugs
  • Added support for Firefox 42 and SeaMonkey 2.35
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with downloading from several file sharing sites
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with video recognition for several types of web sites
  • Added support for Firefox 41
  • Resolved the problem with erroneous download interceptions of videos in Firefox
  • Resolved the problem when “download this video” button was not displayed in Firefox
  • Improved integration into Google Chrome
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with detection of some types of downloads in Firefox
  • Fixed bugs
  • Added support for Microsoft Edge browser
  • Fixed bugs
  • Fixed a bug in Firefox extension with multiple download dialogs
  • Fixed the bug with text selection in Firefox extension
  • Improved video recognition in Google Chrome
  • Added support for Firefox 40
  • Improved Google Chrome integration
  • Fixed problems with video recognition for several types of web sites
  • Fixed bugs
  • Added support for Firefox 39
  • Improved video downloading for several types of web sites
  • Fixed bugs
  • Fixed problems with erroneous interceptions of Firefox internal downloads
  • Improved Google Chrome integration
  • Added support for Firefox 38
  • Fixed compatibility problems of Google Chrome extension with Kaspersky Internet Security
  • Fixed a critical bug in IDM network driver
  • Fixed compatibility problems with antiviral and internet security software
  • Improved taking over downloads of videos from web players in Google Chrome
  • Added a feature to change video resolution for rtmp protocol
  • Added support for SeaMonkey 2.33
  • Fixed problems with video/audio recognition for several types of web sites
  • Fixed compatibility problems of Google Chrome extension with several applications
  • Fixed bugs in Chrome integration module
  • Added support for Firefox 37
  • Added support for Google Chrome 42
  • Added support for new types of video streaming sites
  • Fixed bugs
Cara Instal IDM
  1. Download IDM Gratis ini dan ekstrak file “IDM Terbaru 6.25 Build 15 Final Full Version
  2. Ekstrak juga file patch yang berada di dalam folder tersebut.
  3. Kemudian instal software IDM-nya seperti biasa. Setelah proses instalasi selesai jangan dulu buka programnya. (Bagi anda yang sebelumnya sudah terinstal IDM, uninstal dulu IDM-nya, setelah itu restar pc atau laptop, baru instal lagi dengan IDM terbaru ini).
  4. Setelah proses instalasi selesai agan keluar dari program IDMnya. cek juga di task manager. Jika ada idman.exe maka pilih end proccess pada “idman.exe” tersebut.
  5. Buka folder “Patch” dan Jalankan Patch yang ada di dalamnya dengan cara klik kanan lalu pilih run as administrator.
  6. Pada bagian “Enter first name” dan “Enter last name or nothing” silahkan anda isi bebas.
  7. Lalu klik Patch dan cari file idman.exe yang terinstal di pc atau laptop anda (biasanya ada di C:\program files\Internet Download Manager). Klik Ok.
  8. Setelah itu IDM akan terbuka otomatis, anda tutup program IDM-nya dulu.(Jika IDM tidak terbuka otomatis, silahkan langsung ke step 9)
  9. Lalu kembali ke patch yang masih terbuka tadi dan klik Register.
  10. Done
  11. Sekarang IDM anda sudah menjadi Full Version tidak akan muncul lagi popup fake serial number.
Link Download